kebutuhan dan jenis kebutuhan

 1.      Pengertian kebutuhan dan keinginan
kebutuhan adalah hasrat yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi dapat memengaruhi kelangsungan hidupnya. Sedangkan Keinginan adalah hasrat dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi tidak memengaruhi kelangsungan hidupnya
2.      Jenis kebutuhan
a.       Jenis kebutuhan berdasarkan intensitas (primer, sekunder, tersier)
·         Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan mengganggu kelangsungan manusia
·         Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sangat penting, tetapi jika tidak terpenuhi tidak mengganggu kelangsungan hidup
·         Kebutuhan tertier adalah kebutuhan akan barang mewah. Kebutuhan ini lebih cenderung ditujukan untuk menunjukkan status social atau prestise seseorang di mata masyarakat.
b.      Jenis kebutuhan berdasarkan sifat ( rohani, jasmani)
·         Kebutuhan jasmaniah adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik. Misalnya, makan, olahraga, dan istirahat
·         Kebutuhan rohaniah merupakan kebutuhan yang bersifat rohani, berhubungan dengan jiwa manusia. Misalnya, beribadah, bersosialisasi, rekreasi, dan hiburan.
c.       Jenis kebutuhan berdasarkan waktu (kebutuhan sekarang dan yang akan datang)
·         Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Misalnya, obat bagi orang yang sakit.
·         Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena sifatnya tidak mendesak. Misalnya, tabungan dan jas hujan pada musim panas.
d.      Jenis kebutuhan berdasarkan subjek (individu, masyarakat)
·         Kebutuhan individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu. Misalnya, seseorang membutuhkan alat bantu dengar atau kacamata.
·         Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Misalnya, alan raya, rumah sakit, dan sekolah.

pengangguran dan macamnya

Menurut Lipsey, et al. (1997), pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu pengangguran siklis, pengangguran friksional dan pengangguran struktural.
Pengangguran siklis mengacu kepada pengangguran yang terjadi bilamana permintaan total tidak memadai untuk membeli semua keluaran potensial ekonomi, sehingga menyebabkan senjang resesi dimana keluaran actual lebih kecil daripada keluaran potensial. Orang–orang yang menganggur secara siklis dikatakan sebagai orang ynag mengganggur terpaksa (involuntarily unemployed) dalam arti mereka ingin bekerja dengan tingkat upah yang berlaku tetapi pekerjaan tidak tersedia.
Penganguran struktural dapat didefinisikan sebagai pengangguran yang disebabkan ketidaksesuaian antara struktur angkatan kerja berdasarkan jenis keterampilan, pekerjaan, industri atau lokasi geografis dan struktur permintaan akan tenaga kerja.
pengangguran friksional diakibatkan oleh perputaran (turn-over) normal tenaga kerja. Sumber penting pengangguran friksional adalah orang-orang muda yang memasuki angkatan kerja dan mencari pekerjaan. Sumber lainnya adalah orang-orang yang keluar dari pekerjaannya, baik karena tidak puas dengan kondisi pekerjaan yang sekarang maupun karena dipecat. Menurut
Mankiw (2000), pengangguran friksional (frictional unemployment) yaitu pengangguran yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan orang untuk mencari pekerjaan. Perubahan dalam komposisi permintaan di antara industri atau wilayah selalu terjadi, dan karena perlu waktu bagi para pekerja untuk mengubah sektor maka pengangguran friksional selalu muncul.

Menurut BPS (2004), konsep dan definisi yang digunakan dalam pengumpulan data ketenagakerjaan mengacu pada the labour force concept yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO). Definisi pengangguran terbuka terdiri dari :
a.       mereka yang mencari pekerjaan,
b.      mereka yang mempersiapkan usaha,
c.       mereka yang tidak mencari pekerjan dan
d.      mereka yang sudah punya pekerjaan.
Mencari pekerjaan adalah kegiatan seseorang yang tidak bekerja dan pada saat survey orang tersebut sedang mencari pekerjaan, seperti mereka :
a.       yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan;

b.      yang sudah pernah bekerja, karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan dan sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan (BPS, 2004).

profil desa plosogedhe

Visi : Terwujudnya Desa Plosogede sebagai Desa yang mandiri berbasis pertanian, untuk mencapai masyarakat yang sehat, cerdas dan lebih sejahtera
Misi :
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung perekonomian desa, seperti jalan, jembatan serta infrastruktur strategis lainnya.
2. Meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan untuk mendorong derajat kesehatan masyarakat agar dapat bekerja lebih optimal dan memiliki harapan hidup yang lebih panjang.
3. Meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar memiliki kecerdasan dan daya saing yang lebih baik.
4. Meningkatkan pembangunan ekonomi dengan mendorong semakin tumbuh dan berkembangnya pembangunan di bidang pertanian dalam arti luas, industri, perdagangan dan pariwisata.
5. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) berdasarkan demokratisasi, transparansi, penegakan hukum, berkeadilan, kesetaraan gender dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
6. Mengupayakan pelestarian sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dan pemerataan pembangunan guna meningkatkan perekonomian.




SEJARAH DESA PLOSOGEDE

Belum diketahui secara pasti tentang awal mula sejarah keberadaan Desa Plosogede, tetapi menurut cerita yang digali dari berbagai sumber dan sesepuh masyarakat bahwa Desa Plosogede sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, ini dibuktikan oleh beberapa bangunan tiang jembatan yang dulunya adalah jalan lori/kereta api pengangkut hasil bumi/hasil perkebunan. Sampai sekarang bangunan tersebut masih ada tetapi tidak difungsikan oleh masyarakat.  Bukti lainnya adalah tokoh/pimpinan desa pada saat itu adalah seseorang yang bergelar „Ndoro Denmas“, dia sebenarnya seorang keturunan jawa tetapi mendapat kepercayaan daripemerintah kolonial belanda untuk memegang kuasa di wilayah tersebut. Menurut cerita, pada waktu itu Ndoro Denmas bertempat tinggal di Dusun Druju Tegal. Setelah terjadi perkembangan zaman seseorang orang yang dijadikan tokoh tersebut konon meninggalkan wilayah ini dan pergi ke tanah Sumatera.
Nama Plosogede mulai dikenal sejak masa pemerintahan seseorang yang tidak diketahui namanya secara jelas, beliau tinggal di Dusun Ploso Wetan. Masa pemerintahannyapun tidak diketahui dari tahun berapa sampai berapa. Akan tetapi beliau dikenal sebagai orang yang kaya harta benda dan tanah.
Sedangkan kata „Plosogede“ berasal  dari kata „Kemploso“ dan „Gede“. Kemploso artinya keras (atos – jawa) dan Gede artinya besar. Jadi secara harfiah artinya besar dan keras.
Nama itu diambil dari keadaan alam yang mana dahulu di Sungai Ingas terdapat batu besar dan karakteristiknya  sangat keras. Tidak ada yang berani mengutak utik batu tersebut.
 Karena sifat kekhasan batu tersebut  maka diabadikan untuk dijadikan nama wilayah desa menjadi Plosogede dan sampai sekarang masih tetap dipakai sebagai nama wilayah desa dan secara administrasi masuk dalam wilayah Kabupaten Magelang.

SEJARAH PEMBANGUNAN

Sejarah Pembangunan Desa Plosogede berjalan seiring dengan sejarah pemerintahan Desa Plosogede yang dalam hal ini adalah Prestasi Pembangunan para Kepala Desa dari masa awal Pemerintahan Desa Plosogede sampai dengan pemerintahan saat ini. Secara garis besar sejarah pembangunan Desa Plosogede adalah sebagai berikut :
1.     Masa Pemerintahan H. Ahmad Dusun Karang Sanggrahan (Tahun 1938 - 1949).
(Hasil pembangunan belum terdata).
2.    Masa Pemerintahan  Ali Pawiro Dusun Ganjuran (Tahun 1949 - 1953).
(Hasil pembangunan belum terdata).
3.    Masa Pemerintahan R. Parto Didjojo Dusun Dongkelan (Tahun 1953 - 1961).
(Hasil pembangunan belum terdata).
4.    Masa Pemerintahan R. Hadi Soeprapto Dusun Dongkelan (Tahun 1961 - 1975).
Hasil pembangunan yang terdata adalah antara lain :
a.    Jembatan Ploso Wetan.
b.    Jembatan Ploso Kidul.
c.     Jembatan Kedung Gupit.
d.    Pasar Trayem.
e.    Jembatan Kali Ingas

5.    Masa pemerintahan Bapak Soepangkat Dusun Druju Tegal ( Tahun 1975 - 1989 ).
Pembangunan dalam Skala besar yang dapat dicapai antara lain:
a.    Gedung Balai Desa Plosogede.
b.    Bendung Jambu II Ploso Kidul.
c.     Gedung Sekolah SD, MI dan MTs Ma’arif.
d.    Bendung Sumber Agung Gatak.
e.    Jalan tembus Ngemplak Desa Plosogede – Baturono ( Salam ).
f.      Jembatan Druju Kalong (ABRI Masuk Desa).

6.  Masa Pemerintahan  Bapak R. Hartono Periode I Dusun Dongkelan ( Tahun 1989 -  1997).
Pembangunan dalam skala besar yang dapat dicapai antara lain :
a.    Pembangunan SMA N I Ngluwar.
b.    Pustskesmas Pembantu.
c.     Listrik masuk desa.
d.    Pengerasan jalan Dusun Ganjuran.
e.    Rehab Jembatan Druju Kalong.
f.      Pengaspalan jalan Dusun Dongkelan Plosogede – Karang Talun.
g.    Rehab Bendung Jambu I.
h.    Rehab Bendung Al Barokah Dusun Ngemplak.

7.  Masa Pemerintahan Bapak R. Hartono Periode II Dusun Dongkelan ( Tahun  1998 - 2007).
Pembangunan dalam skala besar yang dapat dicapai antara lain :
a.    Rehab Jembatan Ploso Wetan.
b.    Rehab Bendung Ploso Wetan.
c.     Pengerasan jalan Dusun Ploso Kidul – Dusun Ganjuran ( TMMD ).
d.    Pendopo Balai Desa Plosogede.
e.    Pavingisasi Jalan Balai Desa.

8.   Masa pemerintahan Ibu. Salamah Dusun Ganjuran ( Tahun 2007- 2013).
Pembangunan dalam Skala besar yang dapat dicapai antara lain:
a.    Pengerasan dan betonisasi jalan Dusun Ngemplak.
b.    Pengerasan dan betonisasi jalan Dusun Ganjuran.
c.     Pengerasan dan betonisasi jalan Dusun Ploso Wetan.
d.    Pengaspalan jalan Dusun Ploso Kidul – Dusun Ganjuran.
e.    Pengaspalan jalan Dusun Ploso Kulon – Dusun Gatak.
f.      Rehab jembatan Druju Kalong.
g.    Pengerasan dan betonisasi jalan Dusun Ploso Kulon.
h.    Pembangunan Bendung Sumber Agung Dusun Gatak.
i.      Rehab Bendung Bulu Dusun Druju Kidul.
j.      Pengerasan dan pengaspalan jalan Dusun Dongkelan.
k.     Pengerasan dan betonisasi jalan Dusun Kalipeh.
l.      Talud saluran pengairan Dusun Gatak.
m.   Saluran pengairan Dusun Druju Kidul.
n.    Pengerasan dan betonisasi jalan Gatak.
o.    Gorong – gorong dan talud jalan Dusun Ploso Kidul.
1.     Masa pemerintahan Ibu. Salamah Dusun Ganjuran ( Tahun 2013- 2015 ).
Pembangunan dalam Skala besar yang dapat dicapai antara lain:
a.    Rehab jembatan Druju Kalong  (BNPB Th. 2013).
b.   Pengaspalan jalan poros desa ruas Dusun Karang Sanggrahan – Dusun Gatak.
c.    Rehab jembatan Kedung Gupit (Rekompak Th. 2013).
d.   Beton jalan poros desa ruas Dusun Karang Sanggrahan.
e.   Saluran Air Bersih Dusun Druju Tegal.
f.     Rumah Produksi.


Aspek Geografi dan Demografi
2.1.1 Kondisi Umum Desa
Desa Plosogede Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang secarageografis terletak di         7º 28,15 sampai dengan 7º 28,45 LS dan 110º 13.15.4 sampai dengan 110º 17.41.4 BT. Secara topografi Desa Plosogede termasuk dalam kategori Daerah dataran rendah dengan ketinggian ± 202 meter dari permukaan laut (mdpl).
Adapun batas-batas wilayah Desa Plosogede Kecamatan NgluwarKabupaten Magelang adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara       : Desa Sirahan Kec. Salam.                               
b. Sebelah Timur       : Desa Jamus Kauman, Desa Karang Talun Kec. Ngluwar.           
c. Sebelah Selatan     : Kali Progo, Desa Banjaroyo Kalibawang Daerah Istimewa Yogyakarta.
d. Sebelah Barat       : Kali Putih, Desa Blongkeng Kec. Ngluwar.


Kependudukan
Penduduk usia kerja adalah penduduk usia 15 tahun keatas. Jenis pekerjaan di Desa Plosogede pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 dominan pada jenis mata pencaharian pertanian sebagaimana tabel berikut ini :




Sumber Data : Sekretariat Desa Plosogede Tahun 201
Jumlah Penduduk per Dusun
Jumlah Penduduk terbanyak dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 berada di Dusun Karang Sanggrahan, sedangkan Dusun yang berpenduduk rendah terdapat di Dusun Ngemplak. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut :



Sumber Data : Sekretariat Desa Plosogede Tahun 2015

Aspek Pendidikan
Angka Partisipasi Sekolah
Peningkatan kualitas hidup manusia di bidang pendidikan sebagai salah satu indikator pertama IPM. Berdasarkan data tingkat pendidikan di Desa Plosogede tahun 2011-2014, terbanyak pada tamatan SD atau sederajat kemudian secara berurutan tidak atau belum pernah sekolah serta tidak atau belum tamat SD, SLTP atau sederajat, tamatan SLTA atau sederajat, dan terakhir Akademi/diploma, S1 dan S2.

2.2.2. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM)
APK (Angka Partisipasi Kasar) SD merupakan angka hasil pembagian antara jumlah siswa usia    7-12 tahun di jenjang SD atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia sekolah. APM (Angka Partisipasi Murni) SD merupakan angka hasil pembagian antara jumlah siswa usia 7-12 tahun di jenjang SD atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun.
APK (Angka Partisipasi Kasar) SLTP merupakan angka hasil pembagian antara jumlah siswa usia 12-14 tahun di jenjang SLTP atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia sekolah. APM (Angka Partisipasi Murni) SLTP merupakan angka hasil pembagian antara jumlah siswa usia 12-14 tahun di jenjang SLTP atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia 12-14 tahun. APM SLTP mengalami peningkatan. Gejala ini menunjukkan bahwa pelajar lulusan SD banyak yang melanjutkan ke tingkat SLTP. APK (Angka Partisipasi Kasar) SMA merupakan angka hasil pembagian antara jumlah siswa usia 16-18 tahun di jenjang SMA/MA/SMK/Paket C atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia sekolah. APM (Angka Partisipasi Murni) SMA merupakan angka hasil pembagian antara jumlah siswa usia 16-18 tahun di jenjang SMA/MA/SMK/Paket C atau sederajat dengan jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun. APM SMA juga mengalami peningkatan. Gejala ini menunjukkan bahwa pelajar lulusan SLTP banyak yang melanjutkan ke tingkat SMA/MA/SMK/Paket C.




surplus produsen dan surplus konsumen

Surplus konsumen adalah perbedaan antara kemauan konsumen membayar untuk suatu barang (willingness to pay)  dengan harga yang sebenarnya. Untuk sebuah buku teks, seorang konsumen konsumen tertentu bersedia bersedia membeli dengan dengan harga 100.000  per buah sedangkan harga di pasar adalah 50.000 per buah. Jika konsumen tersebut membeli buku teks dengan harga 50.000 per buah, maka dia menikmati surplus konsumen sebesar 50.000. orang yang bersedia membeli buku teks seharga 200.000 per buah akan menikmati surplus konsumen yang lebih tinggi lagi.
v  Surplus konsumen : willingness to pay – price
v  50.000                   : 100.000 – 50.000
v  150.000 :200.000 – 50.000
Willingness to pay seorang terhadap sebuah barang berkorelasi kuat dengan tingkat wealth-nya. Semakin tinggi pendapatan seorang (cateris paribus) semakin tinggi willingness to pay-nya terhadap suatu barang. Seorang yang keinginnya “kegirangan” karena membeli sebuah produk yang murah mengindikasikan besarnya surplus konsumen
Kurva permintaan mencerminkan willingness to pay konsumen terhadap suatu barang. Dan, secara grafis harga terbentuk dari perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran, maka surplus konsumen bisa diukur dengan luasan area di bawah kurva permintaan dan diatas diatas harga yang horizontal


 Tingkat kesejahteraan produsen di ukur dengan surplus produsen. Produsen tentu saja akan lebih senang jika harga produknya tinggi. Oleh karena itu, surplus produsen di definiskan selisih harga produk di pasar dengan willingness to sell produsen untuk produknya. Willingness to sell produsen untuk suatu barang dicerminkan dengan kurva supply-nya . secara grafis, surplus produsen diukur dengan dengan luas area sebesar p2ep*. Bagi seorang produsen, untuk sebuah barang, semakin rendah willingness to sellnya (semakin efisien) semakin besar surplus produsen.
Untuk mengevaluasi total kesejahteraan pelaku ekonomi, yaitu konsumen dan produsen, digunakan suatu ukuran surplus total yaitu penjumlahan dari surplus konsumen dan surplus produsen. Jika harga turun, surplus konsumen bertambah, tapi surplus produsen berkurang. Sebaliknya jika harga naik, surplus, surplus konsumen berkurang, tetapi surplus produsen bertambah. Jadi secara umum perubahan harga merupakan instrument untuk mentransfer kesejahteraan dari konsumen ke produsen atau sebaliknya. Jika harga naik, maka akan terjadi transfer surplus dari konsumen ke produsen . sebaliknya jika harga turun akan terjadi transfer kesejahteraan dari produsen ke konsumen .

Secara umum jarang penurunan surplus pelaku ekonomi yang satu karena perubahan harga sama dengan pertambahan surplusnya pelaku ekonomi lainnya. Dalam transfer surplus, prosesnya tidak merupakan zero sum game. Artinya jika konsumen kehilangan surplus sebesar satu satuam, produsen tidak mendapatak sebesar satu satuan, tetapi kurang dari satu. Dalam kasus transfer surplus aka nada surplus yang hilang dari sistem. Jumlah surplus yang hilang dalam proses transfer surplus dari konsumen ke produsen atau sebaliknya di sebut deadweight loss. Secara standar deadwight loss adalah bagian dari penurunan surplus konsumen yang tidak ditangkap oleh produsen sebagai surplus produsen ataupun pemerintah sebagai pendapatan tariff

lesunya perekonomian diawal pemerintahan jokowi


Salah satu indikator kemajuan pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi, indikator ini pada dasarnya mengukur kemampuan suatu negara untuk memperbesar outputnya dalam laju yang lebih cepat daripada tingkat pertumbuhan penduduknya
Pertumbuhan ekonomi juga diartikan secara sederhana sebagai kenaikan output total (PDB) dalam jangka panjang tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih kecil atau lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk atau apakah diikuti oleh pertumbuhan struktur perekonomian atau tidak
Kuartal 1 2015 pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4.71%. angka tersebut merupakan yang terendah sejak 2002. Melemahnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1 2015 disebabkan oleh faktor internal : penyerapan belanja pemerintah kurang optimal, penurunan konsumsi lembaga non-prifat, melemahnya sektor ekspor dan impor. Serta faktor internal : melemahnya ekonomi global, penurunan harga minyak (liputan6.com)
Kaitan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi adalah  Apabila tingkat inflasi tinggi akan menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain inflasi april 2015 sebesar 6.79%  jauh diatas target inflasi BI 4% (+/- 1%)., sehingga tingginya inflasi 6.79% turut mempengaruhi rendahnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2015, tingginya inflasi disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya fluktuasi harga BBM akibat kebijakan subsidi tetap, hal inilah yang menyebabkan produsen dalam negeri sulit untuk merencankan usaha, serta bagi konsumen naiknya harga kebutuhan pokok menyebabkan berkurangnya daya beli sehingga kondisi yang demikian menyebabkan lesunya perekonomian yang berakibat terhadap rendahnya pertumbuhan ekonomi
Berdasarkan indikator diatas terlihat bahwa kesejahteraan masyarakat berkurang. Konsep pembangunan yang ditawarkan jokowi adalah rencana-rencana jangka panjang namun disisi lain dalam jangka pendek ini (6 bulan awal pemerintahan jokowi) terlihat gejolak ekonomi yang cukup mengkahawatirkan maka mustahil untuk mencapai target jangka panjang apabila target jangka pendek tidak stabil. Oleh sebab itu pemerintah sebagai policy maker harus mengambil tindakan untuk menstimulus kegiatan ekonomi seperti mengkaji ulang kebijakan subsidi tetap yang lebih banyak mudharatnya, serta menstabilkan harga kebutuhan pokok utamanya beras yang sempat melambung tinggi diawal tahun.


www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net