perkembangan perbankan di indonesia

05:04:00 0 Comments


Pada dasarnya perkembangan perbankan di Indonesia diabgi menjadi 3 periode:
1.      Periode sebelum deregulasi perbankan 1 juni 1983
Sebelumnya adanya deregulasi perbankan 1 juni 1983, pertumbuhan perbankan di Indonesia sangat lambat. Hal tersebut berkaitan dengan adanya pembatasan-pembatasan yang dilakukan pemerintah terhadap ruang gerak perbankan, seperti pembatasan ekspansi netto kredit , ketentuan suku bunga deposito khususnya bagi bank-bank pemerintah, tingginya cash ratio yang harus dipelihara pihak perbankan, sulitnya memperoleh izin membuka kantor cabang, serta masih banyak lagi ketentuan-ketentuan yang membatasi ruang gerak perbankan. Dengan adanya pembatasan-pembatasan tersebut secara otomatis menyebabkan perbankan sulit berkembang, baik produk-produknya maupun fasilitas-fasilitas layanannya, serta jumlah nasabahnya. Sering dengan lambatnya perkembangan perbankan, hal itu ternyata juga menyebabkan persaingan antar bank hampir tidak ada, perbankan tampil apa adanya, termasuk penampilan gedungnya
2.      Periode pasca regulasi perbankan 1983
Dari sinilah perkembangan perbankan di Indonesia mulai tampak, karena dengan adanya deregulasi perbankan 1 juni 1983 tersebut, pemerintah sudah memberikan kebebasan kepada perbankan untuk menentukan arahnya sendiri, khususnya dalam hal menarik dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke sektor-sektor produktif.
            Dampak adanya deregulasi tersebut antara lain mulai terjadi persaingan antar bank. Terutama untuk menaruk nasabah, baik dalam hal menarik dana maupun melepas dana/kredit. Bank juga mulai mengubah penampilannya terutama penampilan gedung maupun layout sebagai salah satu cara untuk menarik nasabah. Kalau sebelum deregulasi kebanyakan gedung-gedung kantor bank Nampak angker, maka sekarang mulai dibenahi dengan penampilan agak modern, begitu juga ruangan kasir yang tadinya terbuat dari kayu dan kawat serta tertutup rapat, sekarang sudah mulai diubah dengan sekat-sekat yang terbuat dari kaca, sehingga penampilannya lebih menarik.
3.      Periode pasca pakto 88
Inti dari pakto 88 adalah kemudahan dalam mendirikan bank dan kantor cabang baru. jika sebelum pakto untuk mendirikan kantor cabang perlu waktu tahunan, maka dengan adanya pakto hanya butuh beberapa hari saja dan masih banyak kemudahan lainnya.
            Dengan adanya pakto 88, perkembangan perbankan memang sangat luar biasa. Jika sebelum pakto kantor kantor bank hanya berada di pusat perdagangan, maka setelah pakto pertumbuhan bank bagai jamur dimusim hujan, tidak ada satu jalan pun di kota yang tidak didirikan kantor bank, bahkan di daerah terpencilpun bermunculan kantor bank, begitu juga pertumbuhan assetnya. Mungkin ada satu Negarapun di dunia ini yang pertumbuhan perbankannya pesat baik dari jumlah kantor maupun asset selain Indonesia pada periode pakto 88 hingga 1995
            Mungkin pertumbuhan kantor bank kalau dihitung mulai pakto 88 hingga saat ini telah ribuan kantor bank, dan pertumbuhannya begitu cepat tentu membawa konsekuensi lain, yaitu tidak siapnya bank untuk memberikan bekal pengetahuan yang cukup bagi karyawannya,

            Bersamaan dengan perkembangan perbankan yang luar biasa, untungnya dibarengi juga dengan semakin canggihnya teknologi computer yang dapat mengatasi kekurangan dalam melayani nasabah sekaligus mengolah data.

yulhan

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 comments:

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net